Kronologi Penjemputan Anak Korban Trafficking

Kekerasan dan eksploitasi anak tidak penah usai dan terus meningkat grafiknya. Berikut kronologi salah satu kasus yang baru-baru ini terjadi dan menimpah Yohana Inya Kaka warga Sumba Barat Daya

11

23 Maret 2015 dilakukan penjemputan korban kekerasan pada tenaga kerja anak di Malaysia di bandara Tambolaka. Adapun alamat korban : Desa Watuwona Kecamatan Kodi, Sumba Barat Daya, NTT.

12

Penjemputan dilakukan oleh Yayasan Sosial Donders dan Koalisi Perempuan Indonesia cabang SBD setelah berkoordinasi dengan kementrian sosial, Dinsos Provinsi dan Daerah. Korban adalah anak dibawah umur yang di palsukan identitasnya, mulai dari nama, agama, alamat, umur dan status pendidikan.

13

Pada prosesnya korban mengalami depresi dan trauma berat sejak diterima oleh di RPCP Jakarta pada bulan desember 2014. Korban sempat dirawat di salah satu rumah sakit rehabilitasi di jakarta. Dari proses ini ungkap Yohana pada tim “di Malaysia dan Jakarta tidak bagus, di Sumba lebih Bagus”

14

Dari bandara tim menuju ke kantor dinas sosial kabupaten untuk melakukan serah terima dan dilakukan penyerahan berkas korban untuk ditindak lanjuti oleh pemda.

15

Proses serah terima berkas korban dari dinsos Provinsi ke Kabupaten.

16

Usai penyerahan berkas, tim bergegas menuju rumah korban di desa Watuwona. Sebelum menuju ke rumah korban, tim terlebih dahulu mengunjungi pimpinan desa untuk menyampaikan prihal pemulangan Yohana pada Keluarga.

17

Dari proses tersebut diperoleh beberapa informasi terkait lokasi rumah korban dan maraknya praktik prekrutan tenaga kerja yang tidak prosedural. Informasi lain adalah Ketika tiba di Desa waiha Yohana lebih ceria dan mulai ingat tentang keluarga dan lokasi rumahnya.

18

Kemudian tim beranjak menuju rumah keluarga Yohana di kampung Watu Rara Desa Watuwona. Sesampai disana suasana haru penuh sukacita menyelimuti pertemuan Yohana dan keluarga.

19

Kesempatan ini juga dijadikan peluang untuk memberikan pencerahan dan informasi-informasi kepada keluarga tentang dampak pengiriman tenaga kerja keluar negeri.

20

Usai bertemu dan menyerahkan Yohana ke keluarga, tim bergegas untuk kembali ke Waitabula.

YAYASAN PENGEMBANGAN KEMANUSIAAN DONDERS

YPK-DONDERS berdiri secara resmi pada tanggal 7 Januari 2010 dengan diterbitkannya AKTA PENDIRIAN dari Kemenkumham RI dengan nomor pendirian: AHU–3785.AH.01.04., Tahun 2010. tandatangan Notaris Budiono Widjaja, SH. NWP (Nomor Wajib Pajak) dikeluarkan oleh Kantor Pajak Waikabubak dengan nomor 02.958.548.6-926.000. Akta ini diperbaharui pada hari Jumat, 04 Desember 2015 dengan Nomor Pengesahan: AHU-0029164.AH.01.12.Tahun 2015. Dengan pembaharuan akta ini, maka nama lama YAYASAN SOSIAL DONDERS diubah menjadi YAYASAN PENGEMBANGAN KEMANUSIAAN DONDERS (YPK-Donders). Sesungguhnya sejarah berdirinya Yayasan ini sudah dimulai pada tahun 2008 berdasarkan hasil keputusan Kapitel Provinsi Redemptoris Indonesia. Amanat Kapitel ini ditindaklanjuti dengan lokakarya di tingkat Konventu yang membahas secara detil masalah-masalah sosial, khususnya yang ada di wilayah-wilayah pelayanan Kongregasi Redemptoris di Indonesia. Hasil lokakarya ini kemudian digodog oleh Badan Pengurus Yayasan ke dalam perangkat dasariah profil lembaga: Visi, Misi, Program-program Strategis, Divisi-divisi, Aktifitas-aktifitas Kunci, Prinsip, Nilai dan Pendekatan-pendekatan spesifik lembaga. Tujuan utama pendirian YPK-Donders pada mulanya adalah keinginan para konfrater Redemptoris untuk mengakomodasi semua karya sosial para konfrater di bawah satu lembaga yang berstatus hukum. Dalam perjalanannya, YPK-Donders memberikan fokus perhatiannya kepada karya-karya pengembangan kemanusiaan berdasarkan telaahan Visi dan Misi lembaga, dimulai di seluruh wilayah Sumba. Pada tahun 2009 sampai dengan tahun 2010, YPK-Donders masih lebih banyak memberikan fokus pelayanannya di Kabupaten Sumba Barat Daya, khususnya di usaha pendampingan warga desa, organisasi warga desa dan pemerintahan desa dalam perencanaan, pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan desa. Untuk memberikan tekanan kepada Visi dan Misi lembaga, YPK-Donders mulai mengembangkan karya pelayanan kepada “Komunitas Berkebutuhan Khusus” di 2 desa (Kalena Rongngo/kecamatan Kodi Utara dan Ate Dalo/kecamatan Kodi). Anggota komunitas ini sebagian besar adalah para pencuri/perampok dan mantan pencuri/perampok. Inisiatif ini dimulai pada awal tahun 2010 dengan assesment ke desa-desa kantong pencuri/perampok di wilayah Kodi dan Kodi Utara. Dari komunitas inilah muncul gagasan “Umma Peghe/Umma Pande” sebagai medium pembelajaran warga yang berbasis pada kearifan lokal Sumba. “Umma Peghe/Umma Pande” sekarang dikembangkan sebagai strategi pendekatan transformatif dan inovatif yang mengedepankan aset, potensi dan kekuatan-kekuatan lokal warga. Gagasan ini yang sekarang menjadi semakin kuat dalam 4 poros gerakan warga dampingan YPK-Donders: menuju kepada desa-desa yang bisa “Berdikari secara ekonomi”, “Bertenaga/berdaya secara sosial”, Bermartabat secara budaya”, dan “Berdaulat secara politik”. Sekarang ini ada 2 Umma Peghe di Ghombol/Kadaghu Tana/Kodi Utara, Mareha/Tanjung Karoso/Kodi dan 1 di desa Dikira/Wewewa Timur. Pada pertengahan bulan Oktober 2013, warga dari 10 kampung di desa Watu Kawula yang bergabung dalam 1 kelompok tani Gollu Dapi meminta YPK-Donders untuk mendampingi mereka dengan mereplikasi gagasan Umma Peghe/Pande. Proses pembangunan Umma Pande dimulai dengan sosialisasi, diskusi dan upaya membangun gerakan kekuatan lokal warga: dimulai dengan pembebasan sebidang tanah untuk lokasi pembangunan Umma Pande Gollu Dapi. Warga juga bergotong-royong mengumpulkan kayu, bambu, batu karang. Sekarang Umma Pande sudah diresmikan dan sedang dalam pembenahan fungsi pemakaiannya. Gagasan Umma Pande sebagai medium pembelajaran warga juga sedang direplikasi di Kelompok Tani Ndua Awa, desa Kabali Dana, Kecamatan Wewewa Barat. Pengalaman pendampingan “Komunitas Berkebutuhan Khusus” ini menguatkan YPK-Donders secara ke dalam untuk lebih berani mengembangkan karya-karya kemanusiaan dan membangun hubungan kerja dengan para pihak untuk penegakan martabat kemanusiaan yang lebih luas.

You may also like...

2 Responses

  1. Herman Buyle says:

    Selamat siang , saya minggu lalu ketemu seorang ..munurut saya sakit epilepsi ..divonnis gila sama kampungnya . Namanya Theo 24 th . Terpaksa keluarga pasungkan anak sendiri . Kalau saya bilang ..tolong bawah anak itu ke dokter ..nga k mau ..alasan rewel agresif . Saya bisa dikontak by wa +6282137952692
    Saya orang Belgia , saya bukan dokter atau perawat ..bisa saya salah ..tapiharapku ada yang periksa ..sebenarnya ..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *